MENDUKUNG PENUH

Dukung Penuh Natalius Pigai Jadi Ketua KPK RI
Penulis admin – 10/07/2019025

Ketua Ikatan mahasiswa pelajar distrik oksebang, Demianus uropmabin
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Badan pengurus Mahasiswa pelajar distrik oksebang mendukung penuh Natalius Pigai menjadi ketua KPK-RI.

Ketua IKATAN MAHASISWA PELAJAR DISTRIK OKSEBANG, DEMIANUS UROPMABIN dalam prss releasenya kepada PapuaSatu.com, mengatakan, Natalius Pigai sudah masuk dalam daftar bursa pencalonan Ketua KPK RI, sehingga pihak mendukung apa yang menjadi keinginan Mantan Komisioner Ham RI tersebut.

Dukungan moril yang disampaikan Demianus karena kasus Korupsi di Indonesia Timur semakin marak dan berkembang, yang kadang KPK tidak berani turun.

“Untuk itu kami percaya kakanda, Natalius akan mampu berantas kasus korupsi di Papua, jika dipercayakan sebagai ketua KPK RI,” katanya, Rabu (10/07/2019).

Menurut Demianus, Papua ingin maju dan ingin masyarakat sejahtera, termasuk pembangunan di masa Otonomi Khusus (Otsus) yang saat ini tidak terlihat, karena menjamurnya kasus korupsi di tanah Papua.

“Saya percaya, biar kakanda Natalius yang urus masalah korupsi di Papua, bukan lagi orang Jakarta. Karena sudah terlihat, penanganan masalah korupsi di Papua ketika orang jakarta yang pimpin, tidak akan sampai tuntas dan selalu berhadapan dengan rasa ketakutan,”

Iklan

SELAMAT JALAN FERRY MARISAN “AKTIFIS HAM DAN SENIMAN PAPUA”

Selamat jalan Ferry Marisan, aktivis HAM dan seniman Papua
Reporter: Dominggus Mampioper

Ferry Marisan, aktivis HAM dan seniman Papua – Jubi/Dok.
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Lengkingan suaranya memang mirip mendiang seniman musik tradisional Papua Arnold C Ap, apalagi kemampuannya memetik gitar dan melodi khas Papua membuat simpatisan grup Mambesak kembali mengingat sosok Ferry Marisan saat membawakan dan menyanyikan.

”Seolah-olah sosok Arnold Ap lahir kembali dalam diri seorang Marisan,” kenang Aloysius Renwarin saat dihubungi Jubi, Sabtu (6/7/2019) pagi.

Dia punya dua cara mengadvokasi kasus-kasus Hak Asasi Manusia (HAM) di tanah Papua pertama lewat laporan-laporannya dan kedua lewat lagu-lagu.

“Bersama Black Paradise pada 2000 di depan museum Uncen membuat warga Abepura tersentuh dan menangis saat Marisan dan kawan-kawan menyannyikan lagu lagu Mambesak,” kata Renwarin mantan rekan kerja dan juga mantan Direktur Elsham Papua.

Bukan hanya itu saja, pagi ini Sabtu (6/7/2019) lonceng Gereja Kristen Injili (GKI) Lembah Yordan Emereuw Organda, Padangbulan, Abepura juga dibunyikan karena Ferry Marisan juga tercatat sebagai anggota jemaat di GKI Lembah Yordan. Bahkan akan menjadi anggota Badan Pengawas Keuangan Gereja (BPKG) GKI Lembah Yordan.

Mendiang Fery Marisan, termasuk salah satu koordinator aksi demo pertama di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) pada Agustus 1995.

“Demo itu melibatkan sebanyak 800 mahasiswa se Kota Jayapura. Ini demo pertama sejak 1969 di Kota Jayapura,”kata Aloysius Renwarin mengenang rekan sekerjanya itu.

Lelaki kelahiran kampung Noribo, pulau Numfor 1971 itu menikah dengan Pdt Yembise bersama rekan seangkatannya Yohanes Rumere dan almarhum Obed Rumere sejak demo 1995 langsung bergabung dengan Elsham Papua yang sebelumnya bernama Irian Jaya Peace and Justice hingga akhirnya bernama Elsham pada 1998.

Bersama rekan-rekannya Ferry Marisan bergabung melakukan demo besar-besar di Kota Jayapura pada Agustus 1995.

“Demo ini dilakukan untuk merespon laporan Uskup Herman Muninghoff yang telah memberikan laporan pelanggaran HAM berat kasus Bela dan Alama di sekitar areal kerja PT Freeport Indonesia,” kata Renwarin.

Alumni SMA Oikumene, Manokwari itu melanjutkan studinya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) jurusan antropologi hingga menyelesaikan studinya itu pernah mendapat ancaman pembunuhan usai mengikuti pelatihan HAM di Geneva. Swiss.

“Ferry pernah diancam dan mau dibunuh gara gara memberikan keterangan bahwa untuk membawa kasus HAM ke PBB butuh proses dan mekanisme yang sangat panjang. Pendapat itu langsung mendapat respond negative sehingga mendapat ancaman,” kata Renwarin.

Selain aktif sebagai Direktur Elhsam ketika itu, mendiang Ferry Marisan juga aktif menulis lagu dan kampanye lingkungan bersama Grup Musiknya Beyuser. Bersama grup Beyuser pernah tampil di Sydney Australia menampilkan music-musik dari grup Mambesak kala itu.

Ferry Marisan memang sudah lama menderita penyakit gula, sehingga komplikasinya bisa ke mana-mana bisa ke paru-paru maupun hati. “ Sudah satu bulan lebih mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Abepura,” kata dr Trayanus Yembise yang juga ipar Marisan saat dihubungi Jubi,Sabtu (6/7/2019) pagi melalui telepon selular.

Dia menambahkan almarhum meninggal Sabtu (6/7/2019) subuh dan jenazahnya di semayamkan di rumah duka keluarga Pdt Yembise di kompleks Sekolah Tinggi Thelogia (STT) Is Kijne, jalan Trikora Abepura.

“Saya juga belum mengetahui rencana pemakaman nanti saya beritahukan lebih lanjut,”kata Yembise.(*)

Puisi untuk mama papua

PUISI LEPAS
UNTUK MU MAMA PAPUA

Di bawah bayang senja yang indah, senyum-mu mengelitik jiwa…
Kau rangkul hidup kami, hidup negeri cenderawasih, bahkan permata dan emas pun kagum pada luguh dan suci mu.
Jujur mu mengiyasi Sorga, gunung dan lereng bahkan lembah dan pesisir-pun hormat pada mu, karna kau tak hanya lahirkan kehidupan, kau pun merawatnya dalam lembaran polosnya hati mu.
Generasi demi generasi hanya kokoh dan teguh, saat kau dekap dengan jiwa mu tanpa batas.
Mama Papua…
Mama jiwa leluhur…
Walau badai penembus neg’ri, rentetan tembakan berkoar-koar menggugurkan jiwa tak berdosa, kau tetap memeluk dengan jiwa patriot-mu, dengan jiwa korban-mu, bahkan walau tubuh-mu jatuh dalam lemlumpuran saat tubuh-mu tak lagi mampu tuk berdiri, kau tetap memeluk dengan cinta suci-mu, irama nafas-mu hanya hitung detik.
Mama Papua, mentari yang menusuk-mu, kau terus abai, bahkan badai yang menghantam pun, kau terus tersenyum tuk kami, walau tubuh-mu tak sanggup tuk menahan, hingga tubuh mu tersungkur jatuh tak berdaya.
Mama Papua, kau tl’ah lahirkan kami, lahirkan bumi kami, lahirkan generasi kami, bahkan kau lahirkan peradaban kami, walau kini kami sedang menuju dunia majirnal dan pemunahan saat satu demi satu lenyap dari negeri sorga kami…
Hutan kami pun lenyap…
Jutaan ton emas kami pergi…

Mama Papua, kami kini tak berdaya…
Bersuarapun kami distigma separatis, walau hanya untuk berkata “kami ingin hidup di dunia peradaban kami”.
Mama Papua, kami merindukan mu, rindu peluk mu saat senyum mu membela dunia, kami pun terbahak-bahak karena suka cita bersama cinta yang suci dan tulus, bahkan TUHAN pun kagum karna cinta yang terpancar polos.
Mama Papua, cinta itu telah hilang…
Mama Papua, suci itu pun tak ada lagi.
Mama Papua, yakin-kami, bisik mu pada ILAHI kan melahirkan “Kebenaran” di negeri kami, sebelum sisah-sisah lenyap.
Hangat peluk-mu, rindu-kami…
Bisik mu pada ILAHI, harapan kami…
Biar suka cita, kebahagiaan, dan cinta itu bersinar lagi di negeri Sorga kami, Mama-Papua.
Dibalik rindu yang membelenggu, kami bersyair Mama Papua.

Sejarah kampung kubipkop

DISTRIK OKSEBANG

KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG

Asal usul nenekmoyang adalah tempat berburuh dan obyek wisata di balik gunung lahan pencita marga suku siktaop yang berdiam di apiwol sopkaim, iwol kongmakot dan iwol kalasil aip dan iwol banal aip itu adalah hak tanah milik tujuh marga kebersamaan.

Nenekmoyang yang masuk di kampung kubipkop dan membuka lokasi adalah sebagai berikut:

1. Kitmen siktaop

2. Balanki Asemki

3. Konowok uropmabin

4. Angka uropmabin

5. Soprem bitdana

6. Kamildoki uropmabin

7. Anweng setamanki

8. Kasip lukan kasipmabin

9. Tambar uropmabin

Mereka ini adalah orang-orang perintis dan jatuh cinta di tanah tumpa darah kampung kubipkop atau askaaip menjadi berpotensi dan berkuasa untuk melimpahkan penuh kepada hak milik tanah adat ini sebelum gereja dan pemerintah masuk di kampung kubipkop ini.

SEJARAH TERBENTUKNYA KAMPUNG KUBIPKOP

Sebelum terbentuknya distrik oksebang kampung kubipkop bergabung dengan kampung oknangul Distrik kiwirok dan pada saat di angkat seorang aparat kampung bamudes atas Nama Ananias uropmabin pada tahun 1969 memimpin selama 6 tahun, dengan melihat beberapa syarat maka dari bamudes mengusulkan kaur kepala urusan satu. Atas Nama Yohanes asemki pada tahun 1982 selama tujuh tahun menjadi kaur kepala urusan oleh pemerintahan kampung onangul distrik kiwirok setelah Yohanes asemki menjadi kaur telah mengusulkan untuk memperoleh dan membentuk satu wilayah kampung kubipkop pada tahun 1992. Pada tahun 1992 di angkat kepla kampung kubipkop atas nama Cosmas Asemki selama 10 tahun kampung kubipkop bergabung dengan distrik kiwirok.

Dengan pemekaran kabupaten pegunungan bintang oleh pemerintah jayawijaya pada tahun 2003, oleh karena itu di usulkan untuk menjadi satu wilayah pemerintahan distrik sendiri oleh kepala distrik kiwirok akhirnya berhasil dan menjadi distrik yaitu, distrik oksebang.

Kampung kubipkop merupakan kampung induk dari 3 kampung lainnya yang ada di wilayah distrik oksebang, di antaranya kampung okano kampung mangabip dan kampung oksebul, dengan jumlah penduduk 3. 821 jiwa..

Sekian sejarah singkat kampung kubipkop

Sekian dan terima kasih!

Oksebang Nema sera….

By

Demianus uropmabin

JANGAN LIHAT DENGAN MATA, TAPI LIHAT DENGAN HATI

DEMIANUS UROPMABIN

Pemerintah kabupaten pegunungan bintang Distrik oksebang

Dari sejak tahun 2009 sampai dengan 2019 ini tidak ada pembangunan yang merasakan di masyarakat distrik oksebang, dan saat ini mereka rasaka pembangunan sedikita karena Dana kampung selain dari dana kampung 0% tidak ada perhatian dari pemerintah distrik jadi kenapa dan mengapa pemerintah bisa lakukan seperti bigini pada hal kami masyarakat distrik oksebang tidak ada utang dengan pemerintah distrik oksebang.

DASAR PEMIKIRAN

Dasar pemikiran ini saya cantumkan pokok pikiran yang menjadi indicator dasar bagi saya adalah sebagai berikut.

  1. Otonomi khusus yang di berikan pemerintah pusat kepada provinsi papua adalah kesempatan untuk membangun masyarakat papua dalam berbagai aspek pembangunan melalui kabupaten dan distrik dan kampung
  2. Berdasarkan realita hidup masyarakat pada orde baru di mana saat ini otonomi daerah berjalan keadilan pembangunan kurang di perhatikan akibatnya pembangunan tidak menyentu sampai ke masyarakat terpencil.
  3. Selama ini masyarakat oksebang hanya mendengar kabar tentang pembangunan sedangkan isi pembangunan berikutnya seperti apa kami belum melihat secara nyata.
  4. Dengan kesepakatan otonomi khusus bagaimana para pejabat putra papua yang menduduki posisi tertinggi menunjukan kejantanan dan membangun negerinya masing masing dapat berpikir secara bijak sana dan di adakan kompetensi kabupaten, distrik dan desa atau kampung dalam membangun. Negerinya berdasarkan pokok pikiran tersebut.

TUJUAN KAMI

  1. Pelayanan pemerintah ke masyarakat oksebang harus netralisasi supaya mimpi masyarakat harus terwujut
  2. Untuk mempercepat pembangunan dalam berbagai bidang
  3. Mewujut nyatakan Nyatakan pembangunan nasional menuju adil dan makmur.
  4. Menciptakan lapangan kerja
  5. Untuk memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat .
  6. Untuk mengangkat harkat martabat masyarakat yang sementara ini masih dalam primitipan.
  7. Supaya mereka juga harus mengenal pembangunan sampai di daerah terpencil.

HAMBATAN PEMBANGUNAN OKSEBANG

PERJANJIAN DARI PEMERINTAH DISTRIK KE MAHASISWA OKSEBANG

Saya sebagai ketua ikatan tidak terima hal ini di karenakan setiap tahun kami mahasiswa di jaya trus di tipu trus jadi apa bila kali ini juga kita tunggu sampai dengan tidak ada jawaban dari pemerintah distrik maka, dua solusi yang pertama kita bakar kantor distrik solusi yang kedua palang kantor distrik.

Dan satu lagi kalo sampai dengan pemerintah tidak ada redpon sama sekali maka kami senior dari mereka akan kembalikan adik adik ke daerah dan nanti yang di pertanggung jawabkan oleh pemerintah distrik oksebang ke orang tua masing masing.

Sekian sekilas info..

Salam perubahan

Satu hati satu tujuan untuk membangun oksebang dengan hati…

Oksebang nema sera x3